Contoh Drama klasik buatan sendiri (school vertion era)
Nama Kelompok :
1.
Khaerul
Umam ( sebagai
Didi )
2.
Mohamad
Alfin Ramadhani ( sebagai Dodo)
3.
Priya
Puji Laksono ( sebagai Dadang
)
4.
Yudith
Indah Pratiwi S. ( sebagai Tehsi )
Kelas : XI IPA 3
Tugas : Bahasa Indonesia ( Membuat Drama)
Anak
yang Terbuli
Pada suatu hari di Desa Sukoharjo hidup 4 orang remaja yang bernama
Dadang, Didi, Dodo, dan Tehsi. Dadang dan Didi adalah anak-anak yang nakal di
desa tersebut.
(Dadang duduk di suatu tempat sambil asyik bemain game dengan hp
barunya)
Didi : ” Lagi apa mamen? Kayaknya asyik banget, kok
gak ngajak-ngajak aku sih.”
Dadang : “ Ini lagi main game get rich pake hp baru
nih. Kamu mau?”
Didi :
“ Maulah, siapa yang gak mau, sering-sering aja bro main bareng”
Dadang : “ So pasti kan kita sahabat.”
(Tiba-
tibaTehsi datang menghampiri mereka)
Tehsi : “ Aku boleh ikut gak?”
Dadang : “ Gak boleh sana pergi”
Tehsi : “ Boleh ikut ya, tolong”
Dadang : “ Idih sorry ya kamu bukan level kita”
Didi : “ Iya nih lagi asyik main di ganggu”
Dadang : “ Sini aku liat hp kamu”
(Tehsi
menyerahkan hpnya kepada Dadang)
Dadang : “ Hp jadul kaya gini mau main game bagus,
gak mungkin. Kamu minta sana dibelikan bapak kamu. ”
Tehsi : “ Kalian jahat. ”
Dodo : “ Ada apa ini ribut-ribut?”
Tehsi : “ Ini Di teman-teman aku jahat, dia bilang hpku jadul. Jadi aku gak boleh main sama mereka.”
Dodo : “ Kenapa kalian jahat sih, kasihan dia.
Dia kan perempuan seharusnya kalian harus mengasihi dia .”
Didi : “ Biarin aja sih suka suka kita
dong.”
Dadang : “ Bebas.”
Dodo : “
Kalian kan umat muslim sebagai sesama umat muslim kita harus saling tolong
menolong dan saling mengasihi pa ustad
aris kan pernah bilang gitu.”
Dadang : “ Sok ngatur ngatur banget sih lo.”
Dodo : “ Coba kalian pikirkan, kalau kalian ada
di posisi dina, ap yang kalian lakukan?”
Tehsi : “ Kalian benar- benar jahat saya
sumpahin kalian, pulang dari sini kalian celaka.”
Dadang : “ Bodo amat, yuk pulang sama aku di. ”
Didi : “ Oke .”
(Dadang dan Didi pulang dengan
berboncengan menggunakan motor, sedangkan Tehsi dan Didi mengunakan sepaeda).
Dadang
: “ Hari gini masih naik sepeda, gak jaman kali. ” (sambil tertawa)
Didi : “ Hp jadul, hp jadul.” ( sambil
tertawa)
(Saat mengejek tehsi dan dodo. Dadang dan didi tidak melihat bahwa
di depan mereka ada lubang galian ).
Tiba tiba “ Gubrak”
(Dadang dan Didi masuk ke lubang galian itu, dan kemudian Dodo dan
Tehsi menghampirinya.)
Tehsi : “Tuh rasain, dasar
anak anak nakal.”
Dodo : “ Makannya kalian
jangan jangan suka menginuli orang lain ini akibatnya”
Dadang : “ Maafkan kami ya,
tapi tolong kami ya.”
Didi : “ Ya tolong
kami, kami berjanji tidak akan nakal sam tehsi lagi.”
Dodo : “Begitu seharusnya.”
Sekian