Puisi Untuk Pahlawanku
demi negeri
kau korbankan waktumu
demi bangsa
rela kau taruhkan nyawamu
maut menghadang didepan
kau bilang itu hiburan
nampak raut wajahmu
tak segelintir rasa takut
semangat membara dijiwamu
taklukkan mereka penghalang negeri
hari-harimu diwarnai
pembunuhan, pembantaian
dihiasi bunga-bunga api
mengalir sungai darah disekitarmu
bahkan tak jarang mata air darah itu
muncul dari tubuhmu
namun tak dapat
runtuhkan tebing semangat juangmu
bambu runcing yang setia menemanimu
kaki telanjang tak beralas
pakain dengan seribu wangi
basah dibadan kering dibadan
kini menghantarkan indonesia
kedalam istana kemerdekaan
demi negeri
kau korbankan waktumu
demi bangsa
rela kau taruhkan nyawamu
maut menghadang didepan
kau bilang itu hiburan
nampak raut wajahmu
tak segelintir rasa takut
semangat membara dijiwamu
taklukkan mereka penghalang negeri
hari-harimu diwarnai
pembunuhan, pembantaian
dihiasi bunga-bunga api
mengalir sungai darah disekitarmu
bahkan tak jarang mata air darah itu
muncul dari tubuhmu
namun tak dapat
runtuhkan tebing semangat juangmu
bambu runcing yang setia menemanimu
kaki telanjang tak beralas
pakain dengan seribu wangi
basah dibadan kering dibadan
kini menghantarkan indonesia
kedalam istana kemerdekaan
KEINDAHAN ALAM
Puisi Cahyaning P.
Bak gelombang jiwa di udara
Laksana sinar di pagi hari
Bagaikan rembulan mengarunggi samudra
Seperti peri kehilangan cahaya matahari
Meskipun langit menyinari bumi
Mirip bola di senja kelap
Umpama terbang setinggi awan
Bagaikan bintang menghiasi malam
Sinar mentari bagaikan surya.
Puisi Cahyaning P.
Bak gelombang jiwa di udara
Laksana sinar di pagi hari
Bagaikan rembulan mengarunggi samudra
Seperti peri kehilangan cahaya matahari
Meskipun langit menyinari bumi
Mirip bola di senja kelap
Umpama terbang setinggi awan
Bagaikan bintang menghiasi malam
Sinar mentari bagaikan surya.
Guruku
Guruku…………
Kau pahlawan dalam
hidupku
Tanpa lelah dan putus
asa
Berjuang mencerdaskan
anak bangsa
Guruku…………
Jasamu sungguh mulia
Kini……
Aku bisa berhitung
menulis dan membaca
Guruku………..
Terima kasih aku
ucapkan
Aku tak bisa membalas
Keikhlasan
pengorbananmu
Aku hanya bisa menebus
Dengan setulus doa
Semoga pengorbananmu
mendidik anak bangsa
Menjadi amal jariyah
yang berharga
Karya:dzaky A.R
Telah lewat zaman batu
Telah lewat zaman “kita”
sekarang zaman modern
Sekarang zaman “aku”
Jarak bukan masalah
Waktu bukan masalah
Semua dapat teratasi
Waktu semakin berjalan
Detik demi detik
Menit demi menit
Hari demi hari
Setiap masa pasti berubah
Dahulu “gendang” berharga
Dahulu “kentongan” berharga
Namun sekarang semua itu rongsokan
Semua sudah beralih
Beralih ke barang yang lebih praktis
Akibat globalisasi Bumi berubah
Akibat globalisasi semua orang…
semua orang memiliki sifat
“Individualisme”
Yaitu sifat dimana seseorang
Seseorang memiliki sifat sendiri
Tidak mau bergotong royong
Gotong royong mulai ϑî lupakan
Oh globalisasi….
Kau merubah semuanya
Kau merubah segalanya
Kau merubah seluruhnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar